Wagub Sumbar Tebar Bibit Ikan, Usaha Ikan Air Tawar Sejahterakan Petani

0
62

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sijunjug, Wakil Gubernur menebar 10 ribu bibit ikan Nila di kolam masyarakat Jorong Gantiang Nagari , Kabupaten Sijunjung, Senin (31/8/2020).

Kegiatan ini dilakukan untuk membudidayakan produktifitas ikan air tawar di daerah itu untuk kesejahteraan petani.

Wagub Nasrul Abit menginginkan masyarakat mengembangkan ikan air tawar sebagai usaha karena memiliki nilai
perekonomian, tingkatkan kesejahteraan. Penebaran bibit ikan tersebut, diharapkan dapat memenuhi kebituhan masyarakat untuk mengkomsumsi ikan.

“Penebaran bibit ikan selain meningkatkan juga membuat masyarakat menjadi sehat dengan gizi yang tinggi dan tidak menyebabkan stunting pada generasi mendatang,” ungkap Nasrul Abit.

Wagub Sumbar mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga dan jaga dengan kondisi , masyarakat harus terus disiplin .

Stunting adalah sebuah kondisi di mana pertumbuhan tinggi badan seseorang terganggu karena kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat. Karena lingkungan yang tidak sehat dapat menyebabkan stunting pada generasi mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung Zefnihan mengatakan, penebaran bibit ikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta menjaga lingkungan hingga terawat.

“Ikan ini disebar agar nanti bisa dinikmati. Saya yakin masyarakat disini bisa menjaga kelestarian ikan nila ini disini,” pesan Zefnihan.

Selanjutnya, setelah menebar bibit ikan Nasrul Abit mengunjungi pengelolaan pakan ikan yang tidak jauh dari kolam masyarakat tersebut. Pengelolaan pakan ikan itu merupakan inovasi dari masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Sumbar Yosmeri mengatakan bahwa tehnologi komposisi pakan ikan ini merupakan inovasi berbasis daya lokal yang perlu diberikan apresiasi kepada masyarakat setempat.

Kelompok Pakan Ikan mandiri dari Nagari Sijunjung berhasil memproduksi pakan mandiri untuk ikan air tawar dengan memanfaatkan 100 persen bahan baku lokal yaitu tepung ikan rucah, dedak halus, bungkil kopra, tepung jagung, ampas kecap, tepung biskuit dan probiotik herbal yang diracik sendiri.

“Dengan begitu ketersediaan pakan ikan bisa teratasi disini. Mudah-mudahan dengan inovasi ini masyarakat tidak kekurangan bahan pakan ikan,” harap Yosmeri.(*)