Wagub Nasrul Abit: Dampak Badai Juga terjadi di Pasia Jambak, Maharuddin Belum ditemukan

0
63

– Beberapa waktu belakangan ini iklim cuaca sangat ektrim, kepada para untuk berhati hati dalam melaut, persiapkan segala sesuatu dengan baik, jika cuaca diduga ektrim agar segera cari tempat perlindungan di pulau terdekat.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur saat mengunjungi keluarga korban kapal nelayan tenggelam di Pasia Jambak, kelurahan Pasia Nan Tigo, Kota Padang.

Turut mendampingi Kadis Kelautan Prov. Sumbar Ir. Yosmeri, dan beberapa nelayan Pasia Jambak.

Wagub Nasrul Abit ikut bersedih, Maharudin (58 tahun) seorang nelayan yang belum ditemukan saat melaut pada hari Rabu dini hari (29/1/2020) di sekitar perairan purus dan lolong yang disebabkan badai dan gelombang tinggi dengan menggunakan kapal KM Family 010 dengan mesin GT 20.

“Kita turut bersedih dan berduka atas kejadian ini, tidak sangka, nelayan hilang tidak diperairan sajo kejadiannya akan tapi dunsanak kito nan ado di Pasia Jambak, tertipa pula. Sungguh dahsyat badai hari Rabu lalu tersebut, Hingga saat ini Maharudin korban badai tersebut masih belum ditemukan”, ungkap Nasrul Abit terharu.

Nasrul Abit mencoba terus mengkoordinasikan dengan BNPB Wilayah Sumbar, BPBD Prov Sumbar dan Basarnas Sumbar agar bisa mengerahkan 1 kapal untuk membantu pencarian korban berhubung saat ini kapal-kapal tsb sedang berada di untuk mencari 11 nelayan yang hilang di perairan Pessel.

” Mudah-mudahan Basarnas masih bisa juga sekalian melakukan pencarian hingga ke laut , agar juga dapat menemukan Maharuddin”, ujar Nasrul.

Pada dasar Keluarga korban sudah mengikhlaskan korban dan berharap agar besok Selasa (4/2/2020) pukul 08.00 WIB, agar bisa mendatangi rumah duka di Pasia Nan Tigo belakang SD 31, untuk melakukan doa bersama untuk korban.

Selain itu, Wagub Nasrul Abit dalam suasana yang bersahabat berdunsanak juga menerima masukan-masukan dari para nelayan Pasia Jambak terkait suka duka dalam dalam mencari ikan.

akan selalu memberikan perhatian dengan berbagai program dan kegiatan bagaimana ada kemajuan dan pengembangan dalam kesejahteraan para nelayan. Nelayan maju dan sejahtera, Sumbar akan menjadi daerah berdaya saing yang unggul”, pungkas Nasrul Abit.