Siapa Bilang “Orang Gila” Tidak Kena Covid?  RS Jiwa Gaduik Padang, Şiapkan Fasilitas

0
46

Ada – ada saja meme yang dikeluarkan orang walaupun saat Pandemi . Misalnya, orang gila tidak akan kena covid-19, karena selalu menjaga jarak dan berjemur di matahari. Namun meme itu terbantahkan dengan data di RS HB Saanin yang akrab disebut juga RS Jiwa Ulu Gaduik .

“Untuk saat ini, kita sudah menampung ODP sebanyak 11 orang ,” ujar Ernoviana Direktur Utama Rumah Sakit Prof HB. Saanin Padang, dilansir Humas Prov Sumbar

Ernoviana menyebutkan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk, menerima pasien penyakit kejiwaan yang terpapar COVID-19.

Pasien ODP, kata Ernoviana berasal dari beberapa daerah di Sumbar. Diantaranya, Kota Padang, Kabupaten , dan daerah lainnya tadi siang, dilaksanakan tahapan swap test.

Meningkatkan penanganan, RS HB Saanin juga menyiapkan fasilitas untuk PDP positif,  sebanyak 10 unit tempat tidur. Namun hal tersebut disebut tidak akan menggangu layanan lain di rumah sakit.

Ernoviana menjelaskan bahwa, kategori pasien COVID-19 yang akan dirawat di RS yang dipimpinnya, merupakan pasien yang awalnya memang ada gangguan kejiwaan, dan setelahnya baru terpapar Covid-19.

“Berbeda dengan pasien yang terkena gangguan kejiwaan setelah terpapar COVID-19 tidak dapat dirawat di RSJ, karena dapat memperburuk kondisi kejiwaan pasien itu sendiri,” tutup Ernoviana.

Kesiapan RS HB Saanin ditinjau Wakil Gubernur menyebutkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan fasilitas penanganan suspect Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Rumah Sakit Jiwa Prof HB . Saanin Padang.

Dalam dua atau tiga hari kedepan kata Nasrul, seluruh fasilitas penunjang RS jiwa Prof HB. Saanin Padang termasuk juga tenaga kesehatannya, sudah dapat beroperasi dan melayani pasien suspect dengan baik, guna memutus mata rantai penyebaran pandemik mematikan itu. Rumah Sakit Jiwa Prof HB. Saanin Padang disiapkan untuk menampung pasien-gangguan kejiwaan yang terkena infeksi Covid-19.

Ketika ditanya wartawan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi stress pasien covid-19 di rumah sakit, Nasrul Abit menyebutkan pihaknya telah memikirkan hal tersebut. Pemprov Sumbar telah menyiapkan lokasi – lokasi karantina untuk mengurangi dampak stres pasien covid. Namun itu khusus untuk pasien yang mengalami gejala ringan, sedangkan pasien dengan gejala berat tetap di rumah sakit, karena peralatan di rumah sakit lebih lengkap (*)