Sejumlah Fakta Penusukan Syekh Ali Jaber

0
66

Video penusukan di media . Ia ditusuk orang tidak dikenal saat sedang berceramah pada Minggu sore, 13 September 2020 di Bandar Lampung, Lampung. Kejadian penusukan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Dalam video tersebut terlihat seorang pria tak dikenal tiba-tiba langsung menghampiri dari sebelah kanan lalu menusuk bagian dada Syekh Ali Jaber. Sontak, jemaah yang hadir langsung menahan pelaku penusukan. Aparat Polres Bandar Lampung kemudian melakukan pemeriksaan intensif.

Usai ditusuk, Syekh Ali Jaber langsung dilarikan ke fasilitas terdekat untuk pertolongan pertama. Kondisinya pun saat ini sudah mulai membaik.

Berikut sejumlah fakta penusukan Syekh Ali Jaber oleh orang tak dikenal dilansir dari Liputan6.com:

Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal di sebuah masjid di Kota Bandar Lampung. Saat itu, dia tengah mengisi tausiah.

Kabid Humas Polda Lampung Zahwani Pandra Arsyad menceritakan, kejadian yang dialami Syekh Ali Jaber itu. Penusukan tersebut terjadi pukul 17.15 WIB, Minggu, 13 September 2020.

“Acara rencananya dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB, namun baru bisa dimulai sekitar pukul 17.00 WIB,” ujar Pandra saat dikonfirmasi, , Minggu.

Dikatakan Pandra saat acara baru berlangsung selama 15 menit atau sekitar pukul 17.15 WIB, tiba-tiba ada orang tak dikenal menghampiri Syekh Ali Jaber.

“Baru 15 menit pertama dimulai, sedang terjadi interaksi antara syekh Ali Jaber dengan jamaah tiba-tiba ada yg menyerang dari sebelah kanan,” kata Pandra.

Pasca-kejadian, kata Pandar, Syekh Ali Jaber langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pertolongan pertama.

Menurut Pandra, kondisi Syekh Ali Jaber kini sudah membaik. Dia langsung diselamatkan oleh panitia, petugas keamanan dan jemaah ke pusat kesehatan untuk mendapat pertolongan.

“Pascakejadian dilakukan upaya penyelamatan terhadap Syekh Ali Jaber oleh panitia, petugas, dan para jemaah, dibawa ke puskesmas, dilakukan pengobatan dan sudah pulih. Di waktu bersamaan pelaku sudah ditangkap,” kata dia.

Kini, pihak kepolisian Bandar Lampung tengah mendalami lebih jauh identitas pelaku serta motif penusukan.

“Itu laki-laki, untuk identitas masih pendalaman,” ujar Pandra.

Lebih lanjut Pandra mengatakan, penusukan Syekh Ali Jaber terjadi setelah 15 menit acara berjalan di Bandar Lampung.

“Kegiatan itu berlansung mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Namun kegiatan itu baru dimulai sekitar pukul 17.00 WIB, 15 menit pertama, saat sedang melakukan interaksi kepada para jemaah dengan Syekh Ali Jaber,” ujar Pandra.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber sempat meminjam ponsel seorang jemaah untuk mengabadikan momen saat itu. Namun tak lama berselang, insiden penusukan terjadi.

“Nah, saat itu Syekh Ali Jaber mengatakan bahwa saya ingin pinjam HP, mau foto gitu. Nah tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampiri dari sebelah kanan, nah dengan itu maka terjadilah kemudian dengan reflek yang tinggi, sempat melakukan tangkisan tapi kena lengan sebelah kanan di bahu,” ucap Pandra.

Pandra mengatakan, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah diamankan aparat kepolisian. Menurut Pandra, tengah menyelidiki lebih jauh motif penusukan tersebut.

“Saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Bandar Lampung,” ujar Pandra.

Pelaku berinisial AA umur sekitar 20 tahunan, saat ini telah diamankan, dan polisi tengah melakukan penyelidikan terkait motif pelaku melakukan penikaman tersebut.

Seorang Warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Bandar Lampung, Andika menceritakan kronologi penusukan yang dialami oleh Syekh Ali Jaber saat berada di Masjid Falahudiin kota setempat pada Minggu sore, 13 September 2020.

“Penusukan tersebut terjadi berawal dari Syekh Ali Jaber yang ingin memberikan hadiah kepada anak kecil yang bisa membaca Alfateha dengan benar,” kata Andika.

Syekh Ali Jaber saat itu sedang menghadiri Wisuda Tahfidz Perdana TPQ dan Rumah Tahfiz Falahudiin Tahun ajaran 2019-2020 serta perayaan 1442 dengan tema” Mahkota surga untuk ayah dan ibu serta membangun generasi yang berbudi pekerti dan berbasis Alquran”.

Sementara itu, Andika menjelaskan bahwa ketika anak yang dipanggil ke atas panggung tersebut mampu membacakan surat Al-Fateha dengan benar syekh Ali Jaber berniat memberikan hadiah kepada anak tersebut sehingga ditanya olehnya apakah anak tersebut ingin sepeda ataupun yang lainnya.

“Kemudian anak tersebut turun panggung ke ibunya untuk bertanya kepada ibunya dan naik lagi ke panggung dan memberitahu syekh Ali Jaber dia ingin sepeda,” jelasnya yang dikutip dari Antara.

Setelah itu, spontan syekh Ali Jaber memanggil ibu anak tersebut untuk naik ke panggung dan meminjam handphone si ibu untuk berfoto bersama namun karena hanphone orangtua anak tersebut tidak bisa menyimpan gambar, maka syekh ingin meminjam handphone jemaah lainnya.

“Nah, saat Ali Jaber mencoba meminjam handphone itu, pelaku penusukan tersebut lari dari arah sebelah kanan langsung naik ke panggung dan menusuk Syekh Ali Jaber. Tusukannya di lengan sebelah kanan,” kata dia.

Dia juga mengatakan waktu itu para jamaah tidak tersadar dan menyangka pelaku penusukan tersebut ingin memberikan hanphone untuk dipakai berfoto bersama anak tersebut.

“Kami semua tidak menyangka, anak itu lari dari sebelah kanan, kami kira ingin memberikan handphone ke Ali Jaber,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa usai kejadian penusuk tersebut langsung diringkus oleh jamaah dan diserahkan ke pihak kepolisian.

“Syekh juga langsung di bawa ke luar dari Masjid Falahuddin untuk mendapatkan perawatan,” jelas Andika.(*)