Partisipasi Masyarakat Sangat Penting Wujudkan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

0
58

Penanggulangan bencana merupakan peran serta semua pihak terutama masyarakat yang menjadi pihak pertama yang langsung berhadapan dengan bencana. Makanya masyarakat pelaku penting untuk mengurangi kerentanan dengan meningkatkan kemampuan diri dalam menangani bencana. Untuk mengurangi resiko bencana berbasis masyarakat maka dibentuknya Tim Kampung Siaga Bencana (KSB).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Drs. Datuak Malintang Panai, pada sambutan acara bimbingan teknis pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB). Program perlindungan dan jaminan serta kegiatan Perlindungan Sosial Korban (PSKBA), oleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 di Kawana , Kamis, (13/8/2020).

Hadirin Kadis Sosial Sumbar Jumaidi, S.Pd,. M.Pd, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sumbar Irwan Basir Dt Rajo Alam, SH, MM, dan peserta pengurus Kampung Siaga Bencana se Sumatera Barat yang telah dibentuk pada tahun sebelumnya melalui Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Sumbar, dan dibentuk oleh daerah Kabupaten Kota juga dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bina Swadaya.

Wagub Sumbar mengatakan, Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana seperti, kebakaran, gempa, , longsor/galodo, angin ribut, gelombang pasang, dan tsunami, sehingga perlu dilakukan program yang dapat menyiapkan masyarakat melakukan penyelenggaraan penanggulangan bencana secara mandiri.

“Perubahan paradigma Penanggulangan Bencana (PB) dari penanganan kedaruratan yang berorientasi pada penanggulangan sebagai respon akibat terjadinya bencana dan PB dilakukan sejak dini mulai dari kesiap Siagaan sampai tahap pemulihan sosial, maka partisipasi masyarakat dalam PB mutlak diperlukan,” ungkap Nasrul Abit.

Lebih jauh Nasrul Abit katakan, wujud dari partisipasi masyarakat dari Penanggulangan Bencana (PB) adalah kesiapsiagaan mereka terhadap segala sesuatu yang terkait dengan bencana.

“Untuk menciptakan kondisi tersebut, masyarakat perlu dibekali serangkaian pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan PB berbasis masyarakat. Salah satu kegiatannya adalah melalui pembentukan wadah yaitu Tim KSB “Kapung Siaga Bencana”, ujarnya.

Sementara Kadis Sosial Sumbar Jumaidi juga mengatakan KSB dibentuk dengan maksud untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan resiko bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

“Melalui pemanfaatan potensi daya manusia yang ada pada setempat sesuai dengan pasal 2 Permensos Nomor 128 Tahun 2012 tentang KSB”, kata Jumaidi.

Selanjutnya KBS tersebut dibentuk bertujuan memberikan pemahaman serta kesadaran masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana. Membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyrakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat.

Mengorganisasi masyarakat agar terlatih dengan siaga bencana dan nomenjamin terlaksananya kesiapsiagaan bencana berbasis masyrakat yang berkesinambungan agar dapat mengoptimalkan potensi sumber daya untuk PB,” terang Jumaidi.(*)