Nasrul Abit Dititipkan Kelestarian Silek Minang Oleh Ajo Dewa

0
73

– Tokoh , Ajo Dewa, ketua Perguruan Silek Lalok berpesan agar jika terpilih menjadi orang nomor 1 di agar tetap menjaga marwah Silek Minangkabau.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan di , Selasa Malam (29/9/2020). Tokoh Minang dengan nama asli M. Armawi Koto bisa dipanggil Ajo Dewa ingin silek tetap diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, bukan hanya sekedar tradisi atau Seni Beladiri semata. Tapi jauh dari itu, Silek Minang identik dengan proses pembelajaran untuk membentuk kepribadian yang tangguh. Tangguh dari sisi keterampilan ragawi dan tangguh memahami diri sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia.
“Ya tadi, saya bersilaturahmi dengan Ajo Dewa. Saya menangkap pesan yang disampaikan juga keinginan banyak tuo silek. Menjaga marwah Silek Minang ini, adalah tantangan dan tanggung jawab kita bersama,” kata Nasrul Abit, usai pertemuan.
Menurut Nasrul Abit, jika sudah bicara tentang Minangkabau, sudah pasti juga akan bicara tentang Silek. Bagi masyarakat Minangkabau, Silek ini sudah mendarah daging secara turun temurun dari generasi ke generasi . Namun, tentu saja menjaga ditengah gempuran teknologi dan sudut pandang yang beda dan beragam di generasi Milenial saat ini, menjadi sebuah tantang besar yang harus dihadapi. Menjaga marwah dan kelestarian Silek serta budaya dan tradisi Minangkabau lainnya, adalah harga mati.
“Kita juga tidak menutup mata kalau saat ini, kita sudah masuk pada sebuah kondisi yang menggerus nilai-nilai budaya. Semakin berkembangnya zaman, tentu saja juga berpotensi melupakan kekayaan budaya yang ada. Tapi, yang harus diingat, kita di Minangkabau tidak demikian. Kita akan terus menjaga marwah dan melestarian nilai-nilai budaya yang sudah diwariskan kepada kita. Ini adalah, kewajiban yang dibebankan kepada kita semua,” ujar Nasrul Abit Datuak Mlintang Panai.
Nasrul Abit menambahkan, selain berpesan untuk menjaga marwah dan terus melestarikan nilai budaya yang ada, Ajo Dewa juga menitipkan agar melanjutkan sistem di Sumatera Barat dan khususnya daerah . (*)