Menkopolhukam Jelaskan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

0
50

– Irwan Prayitno bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumbar, menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan () RI, Mahfud MD beserta rombongan di Bandara Minangkabau (),pada Pukul 15.45 WIB, Rabu (16/9/2020).

Kunjungan yang dilakukan Menkopolhukam Mahfud MD tersebut kerena ada kerja yang dijadwalkan selama dua hari. Mulai tanggal 16-17 September 2020, dengan agenda Peluncuran Program Konsultasi Publik dilanjukan penyerangan bantuan maskerdan Duduak Basamo Dengan Tungku Tigo Sajarangan. Dan dilanjutkan dengan acara Dialog Kebangsaan di Conventiont Hall Universitas Andalas Sumatera Barat, dengan peserta dari unsur Civitas Akademika Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.

Saat telah sampai di (BIM), para pejabat saling menyalami dengan sentuhan sikut tangan. Tidak seperti biasanya, saling menjabat tangan. Mereka berbincang sejenak di VIP Room BIM dan dilanjutkan dengan coference pers terkait dengan penusukan Syekh Ali Jaber.

Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat keamanan agar segara mengungkapkan identitas dan motif pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. Ia menjamin pelaku penusukan terhada Syekh Ali Jaber akan dibawa ke ranah hukum.

Mahfud mengatakan, saat ini Alvin Andria, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Terkait dengan beredarnya informasi bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan, tetapi saat ini aparat masih melakukan penyelidikan latar belakang dan jaringan yang ada di belakang pelaku penusukan ungkap Mahfud.

“Spekulasi di tengah masyarakat ada dugaan si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya, kita pasti akan tau dia sakit jiwa betul atau tidak, itu nanti setelah diselidiki. Kalau orang sakit jiwa jejak pasti ada,” kata Mahfud.

Pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber saat ini sudah dalam penyidikan kepolisian, kita menjamin Alvin dipastikan akan dibawa ke pengadilan. Mahfud mempersilakan Hakim yang nanti mengadili dan menjatuhkan vonis Alvin waras atau ada gangguan jiwa dengan mendatangkan saksi ahli dari dokter kejiwaan.

Masalah sakit jiwa atau tidak itu biar hakim yang memutuskan, jadi tidak bisa memutuskan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber itu sakit jiwa, Alvin ini tetap dibawa kepengadilan, soal diduga ya diduga tetap dibawa kepengadilan.

“Apa ia sakit jiwa benar, biar hakim yang membuktikan, biar pengacaranya yang membela bahwa ia sakit jiwa atau tidak sakit jiwa di pengadilan,” ucapnya.

Mahfud tekankan bahwa pemerintah sampai saat ini tidak percaya kalau pelaku mengalami sakit jiwa. Karena banyak yang beranggapan bahwa orang yang sakit jiwa bebas hukum.

“Kami dari pemerintah akan terus memantau semua perkembangan hukum Alvin. Oleh sebab itu sampai ini, kami atau pihak aparat terus menyelidiki bagaimana latar belakang dan apa jaringan yang ada di belakang anak ini,” jelas Mahfud.

Sebelumnya diketahui, Syekh Mohammad Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Jalan Tamin, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Ahad, 13/9/2020. Syekh Ali menderita luka tusuk di lengan kanan bagian atas.(*)