Kadis Pangan Sumbar Dorong Warga Budidaya Bawang Putih

0
91

– Efendi merupakan Kadis Pangan Sumbar, mendorong petani untuk menanam di wilayah setempat. Hal itu karena kondisi ditengah .
“Saya harap petani di mencoba menanam bawang putih, karena nilai ekonomisnya tinggi. Cukup menjanjikan,” ujarnya Kamis, (24/9/2020). Dikutip dari minangkabaunews.
Efendi mengatakan saat ini hanya mengandalkan pasokan bawang putih impor. Sedangkan Kebutuhan komoditi ini besar. “Kalau petani Sumbar bisa memasok untuk kebutuhan lokal saja, ini sangat menjanjikan sekali,” katanya.
Efendi mencontohkan saat ini harga bawang putih di pasaran bisa mencapai Rp 25 ribu perkilogramnya. Jika dari petaninya dibeli Rp 20 ribu perkilogram dan jika petani bisa menghasilkan 5 ton dalam satu kali panen, petani bisa menghasilkan Rp 150 jutaan. “Ini sangat menjanjikan sekali bagi petani, jadi kita dorong,” tambahnya.
“Kita akan ajak kelompok petani tanam bawang putih di daerah ketinggian seribuan MDPL melalui program budidaya, untuk mencapai target 2020 ini tanam seluas 2.000 hektare,” ucap Efendi.
Pemprov menargetkan pada 2021 Sumatera Barat sudah menjadi sentra bawang putih dengan total lahan seluas 6.000 hektare. Berharap Pada 2021 , Sumatera Barat sudah bisa menghasikan bawang putih dan tidak lagi bergantung kepada bawang putih impor lagi.
Saat ini, Sumatera Barat kekurangan petani yang meminati bawang putih karena durasi dari awal tanam sampai panen bawang putih cenderung lebih lama dibandingkan bawang merah. Bawang merah hanya butuh waktu empat bulan dari mulai tanam sampai panen. (*)